blog-04_720

            Karta merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang menjadi penghubung antara pengendara motor dan perusahaan yang ingin beriklan. Banyak orang yang menyebut Karta sebagai Uber atau Gojek untuk iklan. Karta bukanlah layanan transportasi, yuk kita lihat beberapa hal yang membuat Karta berbeda dengan layanan ojek online.

 

1. Layanan

bukan-ojek

            Dengan menjadi rekan Karta, pengendara motor akan bisa mendapatkan penghasilan tambahan tanpa meninggalkan rutinitas kesehariannya. Rekan karta hanya perlu membantu mengiklankan ketika berkendara melalui jaket iklan yang dikenakan ataupun papan iklan yang terpasang di motor. Ini berbeda dengan layanan ojek online yang dimana pengendara ojek kebanyakan bekerja full-time untuk mengantarkan pengunjung, barang ataupun makanan.

 

2. Perhitungan Pembayaran

bukan-ojek-ii

            Seperti yang kalian tahu, pembayaran untuk layanan ojek online bergantung pada jenis jasa yang diberikan oleh pengendara (mengantarkan barang, pengunjung ataupun lainnya). Perhitungan pembayaran Karta adalah berdasarkan kilometer tempuh dari pengendara setiap kali menyalakan aplikasi Karta dan membantu mengiklankan ketika berkendara. Selain pembayaran berdasarkan km tempuh, pengendara juga bisa mendapatkan insentif tambahan apabila bisa memenuhi permintaan-permintaan khusus dari pengiklan misalnya: berkeliling ataupun berkumpul di satu daerah tertentu pada jam tertentu.

            Untuk sekarang, produk karta masih hanya untuk pengendara motor. Namun untuk tahun 2017, Karta berencana untuk membuat produk untuk pengendara mobil. Untuk mobil, metode iklan akan dengan cara ditempel di badan mobil (belakang, setengah badan atau full badan). Perhitungan pembayaran juga berdasarkan kilometer tempuh namun pembayaran lebih tinggi dari motor dikarenakan oleh area iklan pada mobil yang juga lebih besar.

 

Cheers

 

Karta Crew